Yuk, Cari Tahu Apa Saja Tanda-tanda dan gejala fimosis?

Fimosis ini umumnya tidak nyeri. Meski demikian, kulit penis yang ketat ini menyebabkan proses berkemih atau melakukan hubungan seksual menjadi terganggu. Terlebih, fimosis juga dapat membuat Anda sulit membersihkan daerah bawah kulit penis, sehingga daerah tersebut menjadi mudah terkena infeksi.

Fimosis merupakan kondisi normal bagi anak yang belum disunat. Hal ini diakibatkan oleh menempelnya kulup ke kepala penis. Kulup penis anak akan mengalami perenggangan dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia. Kulup tersebut akan terlepas dengan sempurna umumnya saat anak beranjak dewasa dan berusia 17 tahun.

Meskipun umumnya kondisi tersebut normal, tetapi terdapat hal yang perlu diwaspadai terhadap penis anak, yaitu ketika kulup yang sudah terlepas tetapi menempel kembali atau kepala penis mengalami peradangan yang disebut balanitis. Dilansir dari laman Alodokter, balanitis  ini ditandai dengan gejala fimosis sebagai berikut.

  1. Terjadinya pembengkakan pada kulup yang menutupi kepala penis saat buang air kecil.
READ  Sudah kenal belum dengan ilmu kedokteran? Yuk simak bersama

Kulup menjadi mengembang pada saat buang air kecil seperti balon, disamping itu juga akan terlihat darah yang keluar bercampur dengan air seni, kemudian aliran air seni akan lebih lemah saat buang air kecil.

  1. Merasakan sakit ketika berhubungan seks karena penis yang ereksi.
  2. Terjadi infeksi pada saluran kemih dengan tanda darah dalam urine, merasakan sakit dan sensasi terbakar ketika buang air kecil, selalu merasa ingin buang air kecil atau rasa sakit dan tekanan pada perut bagian bawah atau punggung.
  3. Kulup terasa sakit.
  4. Tampak adanya cincin putih pada sekitar pembukaan kulup yang terlihat seperti jaringan parut.
  5. Kepala penis terasa perih, terlihat membengkak dan memerah.
  6. Keluar cairan kental dari kulup.
  7. Terbentuk garis putih di sekitar kepala penis
  8. Nyeri panggul bagian bawah.

Jika fimosis pada anak adalah hal yang normal, maka sebaliknya yang terjadi pada orang dewasa merupakan kondisi tidak normal. Orang dewasa yang mengalami fimosis dapat merasakan sakit, perih, dan menurunnya hasrat untuk melakukan hal-hal seksual, serta sulit berkemih. Selain itu,  penih juga memerah, nyeri dan bengkak, yang merupakan bagian dari tanda radang glans.

READ  Pengertian Chorea dan gejalanya

Pada usia anak-anak perlu dilakukan imunisasi rutin sesuai dengan jadwal yang dianjurkan oleh dokter anak. Pada saat imunisasi, dokter anak juga akan memeriksa kondisi kesehatan anak, termasuk keadaan penis anak.

Diagnosis Fimosis

Saat ada gejala fimosis muncul, penyakit ini  baru terlihat, yaitu kulup penis yang menempel dengan kepala penis. Kondisi tersebut memang normal pada anak-anak, terutama pada anak-anak usia dibawah 3 tahun. Namun bila timbul gejala. Hal tersebut  perlu diwaspadai, segera konsultasikan dengan dokter.

Ketika sedang berkonsultasi dengan dokter, dokter akan mulai menanyakan gejala yang dirasakan oleh pasien dan riwayat penyakit. Lalu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik sederhana, terutama pada penis. Setelah itu, dokter akan menentukan langkah pengobatan yang akan dijalani, dan penyakit fimosis ini jarang membutuhkan pemeriksaan lanjutan atau penunjang.

READ  Apakah chancroid berbahaya

Menurut Hellosehat, karena mendiagnosa fimosis ini juga cukup mudah. Pasien kemungkinan dapat mengetahuinya sendiri, apakah dirinya terkena fimosis atau tidak jika pasien belum disirkumsisi dan kulit prepusiumnya tidak dapat ditarik ke bagian pangkal penis.

Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga. Tidak ada seorang pun yang ingin dirinya sakit. Maka dari itu, sebelum semuanya terlambat jangan sungkan untuk mengkonsultasikannya pada dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati dan terlebih karena tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. Sekian. Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber : Glitzmedia.co