Tidak Sunat? Awas Itu Salah Satu Penyebab Fimosis.

 

Penyakit fimosis merupakan kondisi medis ketika kulup penis menempel pada kepala penis dan tidak dapat ditarik kembali ke posisi semula. Bukan hanya terjadi pada bayi, fimosis juga dapat dialami oleh anak laki-laki yang memiliki usia dibawah 5 tahun, remaja hingga dewasa. Pada orang dewasa, penyakit fimosis ini dapat menyebabkan gangguan sehingga terasa tidak nyaman ketika melakukan hubungan seksual. Fimosis juga dapat mengganggu proses berkemih dan meningkatkan risiko infeksi pada saluran kencing.

Nah, berikut ini beberapa penyebab umum fimosis yang rentan dialami oleh pasien dan faktor resikonya.

  1. Tidak disunat

Seseorang yang tidak disunat kemungkinan beresiko lebih rentan mengalami kondisi fimosis.

  1. Penyakit diabetes

Pria yang memiliki riwayat penyakit diabetes juga rentan mengalami fimosis. Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi makanan yang sehat. Lakukanlah pemeriksaan secara rutin untuk mengecek gula darah agar kondisi kesehatan Anda dapat terkontrol.

  1. Bayi laki-laki dengan ruam popok
READ  Yuk, Cari Tahu Apa Saja Tanda-tanda dan gejala fimosis?

Bayi laki-laki yang sering mengalami ruam popok kemungkinan beresiko mengalami kondisi fimosis. Jagalah kebersihan bayi dengan rajin untuk mengganti popok, terlebih jika anak ini sering melakukan buang air besar dalam popok.

  1. Infeksi

Kondisi infeksi yang terjadi pada sekitar kulup penis dapat menjadi penyebab munculnya jaringan parut. Jaringan parut menyebabkan kelenturan kulit berkurang dan rentan terjadi fimosis.

  1. Usia

Penuaan yang terjadi pada seorang pria menyebabkan penurunan kolagen dalam tubuh sehingga kulit menjadi tidak elastis atau lentur, dan menjadikan kulup sulit ditarik.

  1. Penumpukan smegma

Smegma dapat terbentuk dari jaringan kulit mati yang terdapat di sekitar penis dan bagian dalam dari ujung kulit penis. Disarankan untuk menjaga kebersihan diri dan organ vital supaya terhindar dari masalah gangguan kesehatan. Perlu diketahui juga bahwa fimosis ini dapat menyebabkan penumpukan smegma karena sulit dibersihkan.

READ  Pengertian dan cara mencegah chikungunya

Selain itu, terdapat penyebab fimosis yang lebih spesifik pada bayi ataupun orang dewasa. Nah, fimosis pada orang dewasa ini merupakan keadaan yang tidak normal. Berikut ini penyebabnya.

  1. Terjadi peradangan pada kepala penis
  2. Infeksi kepala penis mengalami
  3. Lichen sclerosus
  4. Eksim
  5. Psoriasis
  6. Diabetes
  7. Sering menggunakan kateter urine.

Fimosis yang terjadi pada orang dewasa diatasi dengan menjaga kebersihan bagian vital. Peradangan atau infeksi yang terjadi sebaiknya sesegera mungkin diatasi karena fimosis ini dapat menyebabkan gangguan ketika melakukan hubungan seksual serta kesulitan berkemih.

Bagi anak fimosis merupakan kondisi yang normal untuk mereka yang belum disunat, khususnya pada anak usia di bawah 3 tahun. Nah, umumnya kulup penis pada anak berusia 3-4 tahun ini dapat ditarik. Akan tetapi, beberapa anak tidak dapat melakukan hal tersebut.

READ  Apakah chancroid berbahaya

Berikut ini hal-hal yang menyebabkan fimosis pada anak:

  1. Bagian atas kulup penis yang terlalu kecil menyebabkan glans penis tidak dapat lewat.
  2. Braking cord terlalu pendek untuk membuat kulup penis dapat ditarik sempurna yaitu kondisi ini dinamakan arrestor wires BREVE
  3. Karena dampak infeksi, hal ini dapat menyebabkan luka pada fibrosis glans penis.

Pada bayi laki-laki, kondisi fimosis dapat membaik dengan sendirinya tanpa dilakukan perawatan. Namun, apabila kondisi ini membutuhkan perawatan dan pengobatan, yang sering terjadi dokter akan memberikan krim kortikosteroid. Krim kortikosteroid ini dianjurkan untuk dioleskan pada bagian ujung penis. Nah, ujung penis ini berfungsi untuk mengendurkan kulit yang menempel pada kepala penis. Di samping itu, sunat menjadi pengobatan terbaik untuk kondisi fimosis bagi anak.

 

Sumber : MotherandBaby.com