Sejauh mana yang kamu ketahui tentang ilmu kedokteran cina?

Mendengar kata dokter, mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. Apalagi ketika kita memiliki penyakit yang cukup kronis sehingga harus bolak balik memastikan kesehatan minimal satu minggu satu kali. Namun, untuk seseorang yang tidak memiliki penyakit, hal ini jangan diangap sepele. Karena terkadang, kita begitu sibuk, hingga lupa akan kesehatan yang sesungguhnya harus kita jaga. Perlu kita ketahui bahwa kedokteran merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang mempelajari tentang mempertahankan daya tahan tubuh serta keselamatan nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya. Adapun ilmu ini meliputi tentang pengetahuan berupa sistem tubuh manusia serta penyakit dan bagaimana cara pengobatannya, kemudian penerapan dari pengetahuan tersebut. Ilmu Kedokteran sendiri semakin lama semakin berkembang pada berbagai belahan dunia lainnya seperti di Tiongkok Kuno, India Kuno, Persia, Yunani Kuno, serta Mesir kuno. Sekitar abad ke 14 lah Ilmu Kedokteran mulai memasuki era baru, karena dilakukan pendekatan terhadap Sains. Hal ini tentu saja menuai pro kontra, karena tidak semua ilmuwan bisa menerima berbagai fakta tentang pendekatan Ilmu Kedokteran dengan Sains.Dalam masa-masa awalnya ilmu kedokteran ini masih menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal serta hewan dalam tindakan pengobatan, dan hal ini berkembang pada suatu kebudayaan masyarakat di tiap-tiap tempat. Hal ini juga masih erat kaitannya dengan berbagai kepercayaan dari setiap tempat, karena pada jaman dulu masih banyak yang menganut kepercayaan magis yaitu aminisme, sihir, serta dewa dan dewi. Yang memiliki kepercayaan Aminisme meyakini bahwa benda mati pun mempunyai roh atau memiliki hubungan dengan roh leluhur. Berbeda dengan ilmu kedokteran cina pada jaman dulu yang mengatakan bahwa penyakit datang karena ketidakseimbangan antara Yin serta Yang di dalam tubuh kita khususnya manusia. menyeimbangkan kembali Yin serta Yang tersebut adalah cara yang dilakukan sebagai bentuk dalam pengobatan.. Sampai sekarang ini, teknik ilmu kedokteran cina dari segi pengobatannya ternyata masih dikenal paling populer untuk menyembuhkan segala jenis penyakit, dan salah satu teknik oleh Kaisar Huang Ti, pada tahun 479-300 SMpengobatan paling terkenal adalah Akupuntur. Sebuah buku kedokteran cina yang ditulis pengobatan China itu didasarkan oleh buku kedokteran kuno terkenal yang bernama Nei Ching, ditulis oleh Kaisar Huang Ti pada tahun 479-300 SM. Sehingga sangat wajar jika pengobatan yang dilakukan orang cina dapat memberikan kesembuhan pada beberapa penyakit, sepertihalnya luka, patah tulang, alergi, serta lainnya. cukup dengan pertanyaan dari gejal yang dirasakan, apa yang dimakan terakhir kali,  dan penyakit yang pernah di derita, dan kemudian dokterpun siap memeriksa denyut nadi pasien.

READ  Sudah kenal belum dengan ilmu kedokteran? Yuk simak bersama

Ilmu Kedokteran cina ini terus berkembang sekitar tahun 1800-an, kemudian di awal tahun 1900-an di Inggris (oleh William Harvey), Jerman (Rudof Virchow), serta Prancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Adapun Ilmu Kedokteran modern saat ini, atau Kedokteran Ilmiah (hasilnya sudah di uji coba) merupakan penggantu tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani, serta teori-teori pra-modern. Pusat perkembangan Ilmu Kedokteran juga hingga seiring berjalannya waktu berganti ke Britania Raya serta Amerika Serikat pada awal abad ke 19 (dikembangkan William Osler, Harvey Cushing).[1]

“dilansir dari laman Newsdetik” Dalam kasus penempatan dokter magang di salah satu di rumah sakit yang dialami seorang dokter lulusan China pemerintah negara bagian canberra (ACT), Australia memenangkan gugatan diskriminasi tersebut.  pengadilan memenangkan Dokter Qinglin Wang dan mendapatkan kompensasi 40 ribu dolar yang harus dibayar Pemerintah ACT. “gelisah, malu dan terhina” yang ia rasakan akibat penolakan atas upayanya untuk magang di salah satu rumah sakit di Canberra. Dokter Qinglin ketika di China pernah menjabat direktur neurologi di Universitas Kedokteran Tianjin. Namun dia pindah ke Australia pada tahun 2001 dan menjadi warga negara sejak tahun 2006. Pada 2013, Dr Qinglin telah merampungkan hampir semua persyaratan untuk bisa membuka praktik kedokteran di Australia. Hanya satu syarat lagi yang tersisa, yaitu magang selama satu tahun di salah satu rumah sakit Australia. Tapi kebijakan perekrutan dokter yang berlaku di Canberra, menempatkan dokter lulusan luar negeri di tempat terakhir untuk dipertimbangkan magang. Artinya, secara efektif Dr Qinglin tidak berhasil mendapatkan kesempatan magang. Dokter yang juga memiliki gelar master dalam bidang neurologi dan pengalaman lebih dari 15 tahun ini, akhirnya bekerja sebagai asisten perawat di salah satu rumah jompo. Karena menurutnya, tindakan ini sangat merugikan dokter lulusan universitas asing. Hingga akhirnya pengadilan Sipil dan Administrasi (ACAT) yang memeriksa kasus tersebut memenangkan Dokter Qinglin pada tahun 2016. Namun Pemerintah ACT mengajukan banding, dan hari Senin (15/7/2019) keluar keputusan yang membatalkan keputusan pengadilan sebelumnya.

READ  Pengertian dan cara mencegah chikungunya

 

Sumber: Newsdetik.com

[1] Sumber referensi Tesbakatindonesia.com