Pengertian dan cara mencegah chikungunya

Chikungunya adalah infeksi virus dengan ditandai demam dan adanya nyeri sendi secara dadakan. Keadaan pada virus bisa menyerang juga bisa menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, pada kedua jenis nyamuk yang sering menjadi penyebab demam berdarah. Penyebabnya sebenarnya diakibatkan adanya virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk tersebut mendapatkan virus chikungunya ketika  menggigit seseorang yang telah terinfeksi lebih dulu.  Penyebaran chikungunya tidak dapat langsung ke orang-orang tetapi melalui gigitan nyamuk yang membawa virus. Adapun virus yang di bawa nyamuk  menyebarkan siapa saja. Tetapi, risiko serangan penyakit tersebut lebih tinggi pada bayi yang baru lahir juga orang yang sudah lanjut usia usia 65 tahun lebih, dan individu adanya kondisi yang memiliki hipertensi, diabetes, bahkan penyakit jantung.

Adapun cara mencegah chikungunya sepertinya sama dengan pencegahan penyakit lain yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk. Pertama-tama  melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan diadakannya tindakan 3M Plus. 3M yang dimaksud seperti:

  1. Menutup rapat tempat penyimpanan air, pada dasarnya nyamuk suka bersarang di daerah lembab yang memberinya tempat berkembangbiak dengan cepat. Adanya telur akan menyebabkan terjadinya beberapa kasus sama seperti yang lain penyebaran penyakit dari nyamuk yang terdapat pada virus yang yang dibawa oleh nyamuk sehingga ketika menggigit dapat menyebabkan demam berdarah.
  2. Menguras tempat penampungan air, setiap seminggu sekali upayakan untuk menguras air karena adanya perkembangan nyamuk yang telah menetas menyebabkan nyamuk berkembangbiak menjadi lebih cepat.
  3. Mengubur barang bekas yang bisa menampung air, botol atau wadah tempat bersarang nyamuk juga dapat menjadi tempat nyamuk berkembangbiak dan memberikan dampak yang banyak pada tubuh
READ  Apa Itu Campak Jerman Atau Rubella?

Adapun tindakan tambahan (Plus) yang bisa dilakukan untuk membantu pencegahan 3M chikungunya, antara lain:

  1. Memberikan obat abate pada tempat penampungan air, guna memberikan pencegahan lebih dini agar tidak menjadi sarang nyamuk
  2. Pemasangan kawat anti-nyamuk pada ventilasi rumah, guna mencegah nyamuk masuk dari atas lubang dan agar dapat menghindari nyamuk masuk
  3. Menggunakan kelambu saat tidur, kini dapat memberikan penutup tempat tidur yang dapat membuat nyamuk tidak mengigit. Mereka akan berkeliaran di sekitar kelambu bahkan ada juga yang di kolong dipan untuk mengurangi virus chikungunya.
  4. Adapun penanaman tumbuhan pengusir nyamuk, guna menjadi obat yang manjur menghabisi nyamuk agar tidak bersarang atau terhindar dari gigitan kemungkinan tumbuhan tersebut yang nyamuk tidak suka seperti jeruk
READ  Tidak Sunat? Awas Itu Salah Satu Penyebab Fimosis.

5.Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan tersebut bisa memberikan tempat nyamuk bersarang sehingga dapat memberikan kesempatan untuk tetap tinggal di sela-sela baju tersebut dan upayakan sekali lagi agar tidak menggantung pakaian.

Adapula pencegahan  tambahan apabila akan berpergian, meliputi: penggunaan losion anti-nyamuk dengan kandungan N,N-diethylmetatolumid secara rutin guna mencegah gigitan nyamuk dan bisa juga memakai obat nyamuk bakar yang diletakkan di luar tempat istirahat guna mengusir chikungunya masuk ke dalam ruangan lalu untuk pencegahan selanjutnya menggunakan baju panjang dan juga celana panjang untuk memberikan perlindungan ekstra. Bahaya demam berdarah cukup banyak terjadi dan memberikan dampak buruk pada tubuh itu perlu memperhatikan gejala lebih dini dari pada membahayakan nyawa karena virus pada chikungunya sangat berbahaya untuk pencegahannya kemungkinan perlu ketahanan tubuh yang terlindungi. Pada demam berdarah gejala yang biasa terjadi panas tinggi lalu reda dan diulangi beberapa kali hingga penderita chikungunya merasakan sudah tidak berdaya, dan gejala lain adanya darah rendah sehingga tidak mempunyai tenaga untuk duduk.

READ  Yuk, Cari Tahu Apa Saja Tanda-tanda dan gejala fimosis?

Referensi

alodokter.com

hellosehat.com

halodoc.com

Referensi gambar:

tirto.id