Pengertian Chorea dan gejalanya

Chorea adalah keadaam pada saraf otot yang mengalami kelainan yang mengakibatkan pergerakan tubuh yang tidak disadari dan tidak dapat diprediksi. Gangguan ini memiliki tanda pada gerak cepat dan tak bisa di kontrol, biasanya dapatĀ  terjadi di area wajah, tangan, dan kakil. Adapula gejala yang lebih beragam, tergolong dari gejala ringan hingga gejala yang berat. Gangguan juga dapat membuat kemampuan penderita menjadi lemah semisal hanya untuk makan.

Penyakit chorea bisa disebut juga sebagai Huntington disease umumnya dapat menyebabkan gangguan pada gerakan, kognitif, dan juga pada kejiwaan. Adapun gejalanya, meliputi:

  1. Gangguan pergerakan, terkait dengan chorea umumnya dapat mencakup pergerakan yang tak bisa di kontrol dan dapat kesulitan melakukan aktifitas. Beberapa gangguan pada pergerakan, meliputi:
  2. Tidak sengaja ketika bangun melakukan gerakan menggeliat
  3. Gangguan otot, seperti otot kaku sehingga tidak bisa melakukan apapun
  4. Gerakan mata yang lambat atau tidak normal, saat menatap lawan ataupun melihat beberapa hal tidak mampu beraktifitas lebih baik
  5. Pergerakan saat berjalan, adanya postur yang sukar dan tidak mampu menjaga keseimbangan dengan baik dan diperkirakan akan kesulitan dan di sarankan memakai kursi roda agar bisa menjadi pengganti melakukan aktifitas
  6. Kesulitan untuk berbicara atau menelan, adanya kesulitan saat menelan ketika saat makanan menuju lambung yang melalui kerongkongan tapi tidak bisa menuju lambung
  7. Gangguan kognitif pada penderita chorea, antara lain:
  8. Sulit mengatur, memprioritaskan, atau tidak bisa fokus akan terhadap tugas
  9. Kurangnya fleksibilitas kemungkinan kecenderungan terjebak pada pola pikiran, perilaku, atau tindakannya sendiri
  10. Tidak bisa mengontrol diri, bertindak tanpa berpikir panjang dan pergaulan bebas
  11. Kurang percaya diri
  12. Kesulitan merangkai kata sehingga susah dalam memilih kosa kata yang tepat
  13. Tidak bisa mencerna pernyataan seseorang
  14. Gangguan psikiatrik yang membutuhkan dorongan untuk membuat keadaan membaik juga mengetahui apa yang sedang di pikirkan oleh penderita chorea sehingga semua kesulitan yang di hadapi mampu memberikan saran
READ  Sejauh mana yang kamu ketahui tentang ilmu kedokteran cina?

Depresi bisa di anggap sebagai gangguan jiwa yang paling sering di hubungkan dengan Huntington disease. Adanya depresi kemungkinan karena ada cedera pada otak dan kehilangan fungsi otak. Kemungkinan terjadi diakibatkan oleh benturan keras yang berakibat pada tolang tengkorak maupun otak. Adapun gejala yang dialami, antara lain:

  1. Perasaan mudah marah, sedih, atau apatis. Keadaan seseorang mengatur dan mengontrol emosi yang belum bisa dikendalikan dengan baik akan mempengaruhi perasaan dalam dirinya kemungkinan adanya depresi yang memberikan daya emosi meluap-luap dan kejadian yang hendak diingat yang membuatnya semakin terpuruk penderita akan menjadi apatis
  2. Tidak bersosialisasi kemungkinan karena takut atau bahkan minder dengan lingkungannya. Penderita chorea mengurungkan diri ataupun menjauh dari lingkungannya.
  3. Kelelahan dan kehilangan banyak energi, ketahanan tubuh membuat sistem imun menjadi lebih kuat apabila melakukan sesuatu yang berat seperti olahraga dan lari kemungkinan akan kehilangan banyak asupan energi yang berkurang sehingga kehilangan kekuatan.
  4. Terus-terusan berpikir tentang kematian, meninggal, atau bunuh diri. Depresi dapat memicu pikiran buruk untuk segera mengakhiri hidupnya tampaknya semakin parah ketika ada desakan dari orang sekitar tetapi penderita tidak bisa berfikir untuk menyelesaikannya sehingga akan memperburuk suasana
  5. Insomnia, terjadinya karena pada penderita chorea kurang tidur atau mungkin penderita tidak bisa tidur pikiran-pikiran buruk akan terus menghantui jika penderita tidak segera menyelesaikan masalahnya.
READ  Kenali gejala chikungunya sejak dini

 

Referensi:

alodokter.com

klikdokter.com

Referensi gambar:

arbamedia.com