Mengenali ilmu kedokteran forensik

Forensik merupakan cara untuk membuktikan atau mengungkap kasus demi mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. Yang perlu ditekankan dalam hal ini forensik adalah cara untuk mendapatkan alat bukti atau alat bantu. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Bambang Widodo Umar dalam artikel Forensik, Jalan untuk Mengungkap Kasus Pidana. berikut jenis-jenis forensik yang dapat  dihimpun dari Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Tata Cara dan Persyaratan Permintaan Pemeriksaan Teknis Kriminalistik Tempat Kejadian Perkara dan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti Kepada Laboratorium Forensik Kepolisian Negara Republik Indonesia (“Perkapolri 10/2009”), Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Kedokteran Kepolisian (“Perkapolri 12/2011”), dan referensi lainnya seperti, ilmu kedokteran forensik yang mempelajari dan menerapkan ilmu pengetahuan juga teknologi kedokteran untuk kepentingan hukum dan peradilan. Patalogi forensik, odontologi forensik, pemeriksaan bidang fisika forensik, dan pemeriksaan bidang kimia biologi forensik serta dioxyribo nucleic acid forensic (DNA Forensik), Antropologi forensik, taksikologi forensik, psikiatri forensik, farmasi forensik dll. Pengertian lebih jelasnya. Bambang mencontohkan, ibarat seperti peluru yang ditembakkan, apakah peluru itu berasal dari senjata A. Untuk mengujinya, kemudian menggunakan forensik. Dalam forensik umumnya menggunakan teknologi. Namun, dalam hal ini tetap membutuhkan ahli untuk menjelaskan hal-hal teknis, seperti ketika menggunakan alat pendeteksi kebohongan maka sangat dibutuhkan psikolog forensik untuk menilai dan melihat apakah hasil dari alat tersebut.[1] Berikut kita ketahui bersama cabang-cabang dari ilmu kedokteran forensik itu sendiri:

  • Entomologi Forensik
READ  Sudah kenal belum dengan ilmu kedokteran? Yuk simak bersama

Di indonesia sendiri, ilmu yang satu ini masih sangat jarang dijumpai. Karena mempelajari mengenai kehidupan serangga pada kasus kematian yang dijumpai.

  • Psikologi Forensik

psikologi forensik untuk mengetahui kondisi mental maupun fisik korban yang masih hidup atau tersangka. Biasanya setelah melalui pemeriksaan motif kejahatan lebih mudah diungkap.

  • Toksikologi

Ilmu ini terkait dengan analisis kimia atau racun pada suatu kasus kematian.

  • Antropologi Forensik

Ilmu antropologi forensik adalah ilmu kedokteran forensik yang menggunakan bagian tulang manusia sebagai pemeriksaan. Sehingga, korban yang tidak dapat diidentifikasi lebih mudah diketahui berapa tinggi badannya, perkiraan usianya hingga data lain yang diperlukan.

  • Odontologi Forensik

Odontologi forensik yang biasa digunakan untuk korban bencana (mayat) yang tidak jelas identitasnya. Sehingga menjadi alasan cabang ilmu forensik yang satu ini bekerja dengan menggunakan bagian tubuh gigi untuk kepentingan pemeriksaan. Seperti yang kita ketahui setiap manusia pasti memiliki gigi yang berbeda dan keunikan tersendiri, sehingga kondisi ini berguna untuk proses identifikasi.

  • Patologi Forensik
READ  Yuk, Cari Tahu Apa Saja Tanda-tanda dan gejala fimosis?

Dilakukannya pembedahan pada mayat atau dikenal dengan istilah otopsi adalah maksud dari cabang ilmu yang satu ini. Cabang patologi forensik juga mengungkap kematian seseorang dengan melihat kondisi luka yang ada pada tubuh korban atau posisi korban saat ditemukan.

Dapat kita temukan berbagai ilmu kedokteran yang bisa membantu untuk mendiagnosis berbagai penyakit yang dialami. bahkan, bidang kedokteran juga ada yang bertugas untuk melengkapi penegasan hukum serta pengadilan. Keilmuan kedokteran ini dikenal sebagai keilmuan forensik. Keilmuan forensik berguna untuk mengungkap pelanggaran hukum yang terjadi karena menyangkut tubuh atau nyawa manusia. Ilmu kedokteran faronsik kerap digunakan pada peristiwa yang terkait dalam masyarakat mengenai pelanggaran hukum yang menyangkut tubuh maupun nyawa manusia. Jadi, ilmu forensik dapat dikatakan tidak hanya melulu berhubungan dengan mayat saja, sidik jari, bahkan penyidikan bisa dilakukan pada korban yang masih hidup. Karena pada korban yang masih hidup atau sudah meninggal diperlukan untuk membantu memproses kasus yang sedang dijalani oleh seorang dokter ahli forensik.[2]

READ  Apakah chancroid berbahaya

Sumber: Halodoc.com

[1] Hukumonline.com

[2] Sumber referensi Halodoc.com