Internet And Doctors

Internet kata ini tentu sudah tidak asing lagi bagi telinga kita yang ada dikota besar tapi bagi mereka yang di desa atau pedalaman pasti akan terasa sangat asing. Bagaimana dengan dokter, saat ini tidak sepantasnya lah apabila seorang dokter tidak mengetahui internet kenapa demikian dengan adanya Standar Kompetensi Dokter (SKD) yang diterapkan oleh pemerintah mewajibkan seorang dokter dapat menggunakan dan memanfaatkan kemajuan di bidang teknologi informasi susuai dengan porsinya. Yang salah satunya disebutkan adalah menguasai internet dengan baik.

“Menguasai internet dengan baik” sebuah kalimat sederhana tetapi mengandung banyak arti. Jika boleh saya mengatakan saat ini kalangan medis masih banyak yang GAGAP TEKNOLOGI (GAPTEK), jangankan internet program dasar seperti Microsoft windos dan office saja masih banyak yang nda mudeng. Mengapa hal ini bisa terjadi ? apakah karena dokter itu orang yang super sibuk, hingga tidak ada waktu untuk belajar yang lain atau karena waktu mahasiswa kerjaan man blajar agar cepat-cepat lulus atau karna gak diajarin atau karena internet mahal atau atau dan atau ??? entalah mana jawaban yang benar coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang :D (kata ebit g ade)

Saya coba untuk berpikir mengenai kalimat tersebut dan muncul pertanyaan bagaimana penerapan kompetensi tersebut dalam dunia pendidikan kedokteran? Karena jujur saja selama 7 tahun ngalor ngidul di internet tetep saja gak tau patokan internet yang baik itu seperti apa, maklum dulu kerjaan di internet download pideo XXX, maen game online, chatting, ngubek-ngubek forum nyari progi bajakan,  walo ada juga dikit nyambung kek download buku kedokteran, nyari-nyari username ama password database jurnal luar (mdconsult, Blackwell, JAMA, NEJM, Progquest, accses medicine, hinary, ovid, dll). Tapi semua kebinguan itu akhirnya terjawab oleh Teman Sejawat Dokter Zulharman (makasih dok) dalam blog beliau yang mengkhususkan diri dalam bidang medical education saya bertanya mengenai hal ini (lihat pertanyaan saya disini) Kemudiaan pertanyaan saya tersebut dibuat artikel khususnya disini, lalu dengan enaknya ada yang copy paste tulisan beliau tanpa izin dan tidak nyantumin sumbernya (klik disini) dan akhirnya saya ikutan nampilin sebagai berikut (izin dok, ojo nesu yach):

 

1.          Kemampuan searching literature atau informasi kesehatan dengan menggunakan mesin pencari (search engine seperti Google atau Yahoo). Kemampuan ini penting karena ada milyaran informasi di internet sehingga mahasiswa harus dibekali dengan kemampuan searching yang efektif agar tidak tersesat dalam rimba internet. Materi yang diajarkan misalnya bagimana cara menggunakan tanda atau logika Boolean dalam search engine. Bagaimana memilih key word yang efektif.

2.          Kemampuan menganalisa secara kritis informasi yang ada di internet. Ada beberapa syarat yang dikatakan informasi di internet layak dipakai. Khusus untuk informasi kesehatan dan kedokteran kita bisa menggunakan standar dari HON CODE atau URAC.

3.          Kemampuan mendokumentasi atau menyimpan hasil pencarian kedalam folder yang rapi sehingga nantinya mudah diakses bila diperlukan.

4.          Kemampuan pendukung yang diperlukan, misalnya menggunakan web browser selain internet explorer seperti mozilla atau opera serta mengenal tipe atau format file hasil download internet seperti html, asp, php, exe, 3gp, mhtml, dll.

5.          Kemampuan membuat dan mengirim email serta mailing list.

6.          Kemampuan bagaimana berpartisipasi dalam sebuah learning management system seperti MOODLE atau ATUTOR. Intinya kemampuan untuk ikut dalam sebuah forum diskusi atau pembelajaran. Hal ini penting nantinya dalam rangka continuing medical education yang kedepannya menggunakan distance learning yang berbasis learning management system.

 

Bagaimana menurut pembaca sekalian sudah cukupkah atau masih perlu tambahan ?

 
Next >