| Artritis Rheumatoid |
|
penyakit autoimun dimana persendian secara simetris mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Biasanya muncul pada usia antara 25-50 tahun,tapi bisa juga diluar usia itu ETIOLOGI Penyebabnya : belum dapat diketahui secara pasti ,tetapi faktor imunologik sangat berperan.Artritis reumatoid kira-kira dua setengah kali lebih sering menyerang perempuan daripada laki-laki.Insiden meningkat dengan bertambahnya usia,terutama pada perempuan.Insiden puncak adalah antara usia 40 hingga 60 tahun. PATOFISIOLOGI Pada Artritis reumatoid perubahan patologik yang menonjol ialah inflamasi sinovia (sinovitis).Penyebab sinovitis ini belum diketahui dengan pasti, tetapi faktor imunologik sangat berperan dimana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan persendian. Akibatnya tulang rawan disekitar sendi menipis. Sebagai gantinya terbentuklah tulang baru. Disaat tubuh bergerak, tulang-tulang dipersendian bersinggungan. Inilah yang memicu rasa sakit dan nyeri yang hebat.. Akibat sinovitis akan terjadi keadaan: 1)Dilepaskannya berbagai macam komponen destruktif ( protease ,kolagenase, dan enzim-enzim hidrolitik lainnya ) akibat proses inflamasi ke dalam rongga sendi yang dapat mengakibatkan kerusakan rawan sendi.Proses ini diduga adalah bagian dari respon autoimun terhadap antigen yang diproduksi secara lokal. 2)Terjadi hiperplasi jaringan granulasi akibat sinovitis, Sehingga menebal dan membentuk pannus.Pannus merupakan jaringan granulasi vaskular yang terbentuk dari sinovium yang meradang dan kemudian meluas ke sendi. Pannus ini sangat destruktif, akan menyebabkan pula kerusakan rawan sendi. Akibat kedua keadaan tadi maka gejala inflamasi sendi akan mendominasi perjalanan penyakit, penyakit sangat progresif dan dalam waktu singkat sudah terjadi deformitas sendi. MANIFESTASI KLINIS 1.Gejala-gejala konstitusional,misalnya lelah,anoreksia,berat badan menurun dan demam. 2.Poloartritis simetris terutama pada sendi perifer ; termasuk sendi-sendi di tangan. 3.Kekakuan di pagi hari selam lebih dari 1 jam ; dapat bersifat generalisata tetapi terutama menyerang sendi-sendi. 4.Artritis erosif ; merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran radiologik.peradangan sendi yang kronik mengakibatkan erosi di tepi tulang. 5.Deformitas ; kerusakan struktur penunjang sendi meningkat dengan perjalanan penyakit.Pergeseran ulnar atau deviasi jari,subluksasi sendi metakarpofalangeal,deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa deformitas yang sering dijumpai.Pada kaki terdapat protrusi ( tonjolan ) capt metatarsal yang timbul sekunder dari subliksasi metatarsal. 6.Nodul-nodul reumatoid ; adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar sepertiga orang dewasa pasien artritis reumatoid.Lokasi yang paling sering dari deformitas adalah bursa olecranon atau di sepanjang permukaan ekstensor dari lengan. 7.Manifestasi ekstra-artikular ; artritis reumatoid juga dapat menyerang organ-organ lain di luar sendi.Jantung (perikarditis) ,paru-paru ( pleuritis ),mata, dan pembuluh darah dapat rusak. PEMERIKSAAN PENUNJANG •Pada pemeriksaan laboratorium : Tes faktor reuma biasanya positif pada lebih 75% pasien artritis reumatoid terutama bila masih aktif,protein C-rektif postif,LED meningkat,leust normal atau terkadang meningkat,anemia normositik hipokrom akibat adanya inflamasi yang kronik,trombosit meningkat,kadar albumin serum turun dan globulin naik. •Radiologis : pada sinar-X tangan / pergelangan tangan menunjukkan adanya erosi/dekalsifikasi tulang pada sendi & sekitarnya. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan arthritis rheumatoid didasarkan pada pengertian patofisiologi penyakit ini.Selain itu,perhatian juga di tujukan terhadap manifestasi psikofisiologis.Tujuan utama dari pengobatan adalah; 1.Untuk menghilangkan nyeri dan peradangan 2.untuk mempertahankan fungsi sendi dan kemampuan maksimal dari pasien 3.untuk mencegah dan memperbaiki deformitas yang terjadi pada sendi Ada sejumlah cara penatalaksanaan yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan ini a.Pendidikan pada pasien mengenai penyakitnya dan penatalaksanaan yang akan dilakukan sehingga terjalin hubungan baik dan terjamin ketaatan pasien untuk tetap berobat dalam jangka waktu yang lama. b.Obat Anti Inflamasi Non Steroid ( OAINS )diberikan sejak dini untuk mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi ( aspirin ,ibuprofen,naproksen,piroksikam,diklofenak, dan sebagainya). c.Rehabilitasi,bertujuan meningkatkan kualits hidup pasien.Caranya antara lain dengan iatirahat,latihan,pemanasan ( hidroterapi,elektroterapi ), dan sebagainya.Fisioterapi dimulai segera setelah rasa sakit pada sendi berkurang.Bila tidak juga berhasil,mungkin diperlikan pertimbangan untuk tindakan operatif.Sering pula diperlukan alat-alat ( pemakaian alat bidai,tongkat,walking machine,kursi roda,sepatu,terapi mekanik,occupational therapy ). d.Pembedahan,misalnya ; sivektomi ,artrodesis ,total hip replacement ,memperbaiki deviasi ulnar , dan sebagainya. KOMPLIKASI Kelainan sistem pencernaan yang sering dijumpai gastritis dan ulkus peptik yang merupakan komlikasi utama penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid ( OAINS ) atau obat pengubah perjalanan penyakit ( disease modifying antirhematoid drugs/DMARD ) yang menjadi faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada artritis reumatoid. PROGNOSIS Perjalanan penyakit artriis rheumatoid sangat bervariasi,bergantung pada ketaatan pasien untuk berobat dalam jangka waktu lama.Sekitar 50-75% pasien arthritis rheumatoid akan mengalami remisi dalam 2 tahun.Selebihnya akan mengalami prognosis yang lebih buruk.Golongan ini umumnya mneinggal 10-15 tahun lebih cepat daripada orang tanpa artritisreumatoid.Penyebab kematiannya adalah infeksi,penyakit jantung,gagal pernafasan,gagal ginjal, dan penyakit saluran cerna.Umumnya mereka mengalami keadaan yang buruk,lebih dari 30 sendi yang mengalami peradangan,dengan manifestasi ekstraartikular, dan tingkat pendidikan yang endah.Golongan ini memerlukan terapi secara agresif dan dini karena kerusakan tulang yang luas dapat terjadi dalam 2 tahun pertama. |
