|
Sumbatan serumen adalah gangguan pendengaran yang timbul akibat penumpukan serumen di liang telinga dan menyebabkan rasa tertekan yang mengganggu. Serumen dihasilkan dari produksi kelenjar sebasea dan kelenjar serumen yang terdapat di kulit luar liang telinga yang apabila tidak pernah dibersihakan dapat menimbulkan sumbatan liang telinga.Konsistensi serumen biasanya lunak, tetapi kadang-kadang padat, terutama dipengaruhi oleh faktor keturunan, iklim dan usia.
Etiologi
Faktor yang menyebabkan serumen terkumpul, mengeras dan menyumbat di liang telinga adalah :
- Dermatitis kronik liang telinga luar.
- Liang telinga yang sempit.
- Produksi serumen yang banyak dan kental.
- Adanya aksostosis liang telinga.
- Serumen terdorong ke dalam karena kebiasaan mengorek telinga.
Diagnosis
- Telinga tersumbat sehinga pendengaran berkurang.
- Timbul rasa nyeri bila serumen keras menekan dinding liang telinga.
- Telinga berdengung (tinitus) dan pusing (vertigo), bila serumen menekan membran timpani.
- Batuk bila n.vagus terangsang melalui cabang aurikular.
Penatalaksanaan
- Serumen yang lembek, dibersihkan dengan kapas yang dililit pada aplikator (pelilit).
- Serumen yang keras, dikeluarkan dengan pengait atau kuret.
- Serumen yang sangat keras (membatu), dilembekkan dulu dengan karbogliserin 10%, 3 kali 5 tetes sehari, selama 3 – 5 hari, setelah itu dikeluarkan dengan pengait atau kuret dan bila perlu dilakukan irigasi telinga dengan air yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh.
- Serumen yang terlalu dalam dan mendekati membran timpani, dikeluarkan dengan cara mengirigasi liang telinga dengan menggunakan air hangat, suhu 37 derajat Celcius supaya tidak timbul vertigo karena terangsangnya vestibuler dan perlu diperhatikan irigasi liang telinga tidak diperbolehkan bila membran timpani perforasi.
|